IMATELKI Dorong Analis Teknologi Laboratorium Medik Berkarir di Bidang Forensik

Senin, 17 September 2018 13:28

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Saat ini masih belum banyak analis kesehatan atau analis teknologi laboratorium medik (ATLM) yang memilih untuk memiliki karir dalam bidang dunia forensik.

Hal tersebut disampaikan oleh Dokter Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Bidokes Polda Jawa Tengah, Istiqomah, dalam seminar nasional dengan tema peran ATLM dalam bidang diagnosis laboratorium forensik, yang diadakan oleh Ikatan Mahasiswa Teknologi Laboratorium Medik Indonesia (IMATELKI) Jawa Tengah, Minggu (16/9/2018).

“Untuk angka riilnya saya memang tidak punya, namun secara garis besar dapat dikatakan analis kesehatan atau ATLM yang terjun di forensik itu belum banyak,” ujarnya dalam seminar yang diadakan di Hotel Semesta.

Padahal, sambung Istiqomah, peran analis kesehatan sebenarnya sangat kuat di dunia forensik, yakni sebagai analis pemeriksa forensik terhadap barang bukti kasus pidana, ataupun dapat menjadi saksi ahli dalam proses peradilan.

Senada, Kepala Laboratorium Forensik Cabang Semarang Nursamran Subandi mengatakan belum banyak lulusan ATLM yang bergabung di ranah laboratorium forensik.

Seperti misalnya di laboratorium tempat ia bekerja, hanya ada 3 orang yang memiliki basic lab klinis.

“Untuk itu peluang sebenarnya masih sangat besar,” tutur Nursamran.

Dijelaskannya, ada dua bidang yang sebenarnya bisa masuk kualifikasi bagi para ATLM yang ingin berkarir di laboratorium forensik, yakni ke bidang kimia dan biologi forensik dan bidang narkotika, psikotropika dan obat (narkoba).

Menurut Bintang Rizki Sulistyowati, ketua panitia seminar, ranah dari ATLM atau analis kesehatan sebenarnya luas. Namun, selama ini mayoritas ATLM atau ulusan tenaga analis lebih memilih untuk terjun ke laboratorium klinik.

“Padahal peluang kerja tidak hanya di lab klinik, ada bidang forensik misalnya,” ucap Bintang saat ditemui di sela-sela seminar.

Ia menambahkan, ATLM yang masuk ke forensik itu hanya dalam jumlah kecil. Karenanya, pihaknya mengambil tema forensik supaya dapat memberikan alternatif baru dan membuka wawasan para ATLM.

Untuk itu, Ketua IMATELKI DPW Jateng Nanda Aji Pangestu menyebutkan, tindak lanjut dari acara ini nantinya Imatelki akan membuka komunikasi mengenai peluang kerja di bidang forensik dengan para pemateri seminarpun akan membuka obrolan dengan instansi-instansi terkait agar dapat memfasilitasi mata kuliah terkait forensik di ATLM secara lebih mendalam.

“Sebab, selama ini meskipun ada mata kuliah forensik namun tidaklah dibahas secara detail dan mendalam,” kata Nanda.

Ia menambahkan, total 270 peserta berasal dari 9 kampus analisis se Jateng dan perwakilan DPW IMATELKI Pulau Jawa mulai dari DPW Jatim, Jakarta, DIY, dan Jabar yang mengikuti seminar nasional yang menghadirkan 4 pembicara ahli ini.”Ada Toeti Rahajoe (Pranata Labkes Ahli Balai Lab. Kesehatan Jateng), Wijanarko (Koordinator Lab. RS Dr. Amino Gondohutomo), Istiqomah (Dokter Forensik RS Bhayangkara Bidokes Polda Jateng), dan Nursamran Subandi (Kepala Lab. Forensik Semarang),” pungkasnya.(*)

Sumber: http://jateng.tribunnews.com/2018/09/17/imtelki-dorong-analis-teknologi-laboratorium-medik-berkarir-di-bidang-forensik